Petrichor, Selalu Istimewa.

rain-photos-113202695

Bunyi klakson mobil di ujung jalan memecahkan lamunanku. Dengan segera aku menyadarkan pikiranku yang sedari tadi berjalan-jalan entah kemana. Kulihat jarum jam tangan silver melingkar di pergelangan tangan kiri ku yang masih sedikit basah. Sudah pukul 15.20 ternyata, batinku. Ya, rintiknya hujan mendahului kecepatan langkah kaki ku sebelum tiba di Halte bernuansa navy ini. Aku memutuskan untuk berteduh dari jutaan butir air yang turun dari langit siang itu. Tanpa sadar aku sudah duduk selama lebih dari 1 jam disini. Ya, sudah 1 jam ini hujan mengguyur Pasadena. Boots sienna ku menjadi berwarna saddlebrown karena basah. Aku merapatkan trench coat maroon panjang ku, menata kembali syal burlywood rajut ku, berharap menemukan kehangatan dibalik tiap helai benang woolnya. Ah, sungguh menyenangkan sekali bisa merasakan suasana seperti ini lagi…

Ketika langit cerah mulai memudarkan warnanya. Ketika awan putih sedang beradu lemah melawan awan gelap. Ketika itu aku mulai mengulum senyum. Teringat perasaan yang sama yang pernah aku rasakan setahun lalu…

Perasaan tersebut hadir karena dia, petrichor. Ya, dia adalah petrichor. Petrichor adalah bau hujan di tanah yang kering. Mungkin tidak banyak orang yang menyadari adanya petrichor. Sebagian besar dari mereka yang menyadarinya pun mungkin sama sekali tidak mempedulikannya dan menganggap sebagai hal yang biasa saja. Tapi petrichor bagi ku sedikit berbeda. Menurutku dia istimewa. Entah mengapa menurutku petrichor adalah bau paling menyenangkan yang pernah indra penciumanku nikmati. Bagiku petrichor terasa begitu meneduhkan dan mendamaikan.

Hari ini adalah hari pertama hujan mengguyur Pasadena di musim penghujan tahun ini. Setelah sekian waktu Bumi kering dan tak bersemangat, hujan datang memeluknya hangat. Ya, hangat dengan dinginnya. Petrichor seperti wujud syukur Bumi atas nikmat hujan yang Tuhan berikan. Tentu saja Bumi senang, dan Bumi tidak mau menikmatinya sendirian. Karena itulah Bumi sajikan petrichor untuk kita juga, penghuninya. Mungkin melalui petrichor, Bumi ingin merengkuh jiwa-jiwa mereka yang sedang penat dengan berbagai masalah dan rutinitas dalam hidupnya. Atau mungkin Bumi ingin mengobati luka hati mereka yang sedang gundah tak bertepi. Ah, untuk apapun itu, yang pasti petrichor memang selalu memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menyadari keberadaannya.

Namun sepertinya ada satu hal mengenai petrichor yang terlupa dan tidak terpikirkan oleh ku…

Tak jarang petrichor datang bersama kenangan, tentang seseorang yang justru ingin sekali dilupakan.

Ah iya, sebenarnya aku tidak lupa akan hal itu, tetapi aku memilih untuk tidak memikirkan hal tersebut. Walaupun aku tau, setiap hadirnya petrichor, kenangan itupun akan selalu menemani. Namun aku lebih memilih untuk tetap menikmati bau hujan ini.  Walaupun terasa sedikit menyesakkan dada, aku akan lebih memilih untuk selalu mengembangkan senyumku seperti saat ini. Karena entah bagaimanapun, aku selalu merasa bahwa bagiku petrichor itu memang selalu istimewa.

 

16.01.16

-CTK-

 

Comments

comments