Kamu, Merah Maroon Ku.

flower-164440_640

Mobil sedan hitam melaju lembut melewati rindangnya pepohonan. Semburat senja menambah elok tiap lekukan barang mewah itu. Aku terpana. Bukan, bukan karena melihat kilauan sedan hitam yang terpancar. Aku terpesona. Iya, terpesona pada seseorang yang sedang berjalan ringan di seberang jalan sana. Dia, seseorang yang aku kenal…

Hari ini aku melihatmu. Kamu, yang sekarang sedang berjalan ke arah ku. Sosok dewasa dan tenang, dengan paras yang selalu meneduhkan. Aku senang hari ini kamu mengenakan kemeja itu. Warna favorit ku. Berbalut kemeja maroon, celana jeans hitam, sepatu navy, dan jam tangan silver yang melekat. Masih dengan warna yang sama. Masih dengan rasa yang sama.

Terkadang ingin rasanya bisa bertegur kata dalam sapa, berbagi tawa dalam canda, namun urung ku lakukan. Aku hanya tidak ingin benteng pertahanan ku runtuh ketika aku bersamamu. Namun aku bahagia. Entah kenapa bibir ini selalu mengembang setiap aku melihatmu. Dada ini pun terasa begitu sesak tiap kali aku memikirkanmu. And I still get butterflies even though I’ve seen you a hundred times. Entah kapan perasaan ini mulai tumbuh. I don’t care how we met, I’m just happy we did. Yang pasti aku bahagia telah mengenalmu.

Tolong biarkan saja aku. Biarkan saja aku dengan perasaanku. Biarkan saja aku menikmatinya hanya dengan melihatmu. Biarkan saja aku hanya melihatmu diam-diam. Biarkan saja aku hanya melihatmu dari jauh. Karena aku sudah bahagia hanya dengan melihatmu dalam diam dari kejauhan. Tolong biarkan saja aku.

Terima kasih untuk hari ini. Terima kasih sudah membuat aku bahagia hanya dengan melihatmu disana. Semoga kamu senantiasa ada dalam lindungan-Nya. Aamiin..

And after all this time, I’m still into you. Thanks kamu, merah maroon ku!

18-01-16

-CTK-

Comments

comments