Pergi Untuk Kembali

pengertian-sastra-indonesia

Aku akan pergi.

Entah kenapa hati ini pilu membacanya. Bukan karena tulisan ku ini, tapi tulisan itu. Ya, tulisan mu… 

 

Maaf. Namun semua ini hanya tentang waktu. Ya, waktu. Satu alasan yang tidak bisa aku lawan. Atau mungkin semua ini karena ego ku. Ego yang tanpa sadar dan selalu ku anggap dan ku sebut sebagai prinsip ku. Maaf bila aku membuat mu sedih. Semoga kamu selalu baik-baik saja. Semoga kamu selalu ada dalam kebaikan serta lindungan-Nya. 

Tapi, terima kasih. Bagaimanapun, terima kasih dari ku untuk mu. Dari mu aku belajar banyak hal tentang kehidupan. Terima kasih telah membukakan mata dan hati ku tentang arti sebenarnya kehidupan. Tentang perjuangan dan pengorbanan yang benar-benar nyata harus dilakukan dalam hidup seorang manusia. Terima kasih sudah mengajarkan ku tentang arti kedewasaan. Aku sedang berusaha menjadi seseorang yang dewasa sekarang. Menjadi sosok yg penuh perencanaan dan pemikiran ke depan. InshaAllah. 

Memang aku meminta mu untuk pergi. Tapi jangan salah paham. Aku meminta mu pergi bukan karena aku benci, namun karena alasan sebaliknya. Jangan meminta ku memperjelasnya. Aku harap kamu mengerti. Aku tidak meminta mu untuk pergi menghilang, tapi hanya pergi menjauh. Bukan untuk selamanya, hanya untuk sementara. Sampai kapan? Sampai waktu itu tiba. Dan tolong sampai waktu itu tiba, tetaplah menjadi teman ku. Teman baik ku. Karena aku rindu masa-masa kita dulu. Masa ketika aku begitu merasa nyaman setiap bersama mu, untuk bercerita maupun sekadar bercanda. Sekarang, untuk menatap mu saja aku tak mampu. Aku terlalu malu. Bukan, aku terlalu takut. Aku takut benteng pertahanan ku runtuh. Ah sudahlah, aku pun juga sudah letih. Jadi tolong mengertilah. Maaf atas keegoisanku. Terima kasih jika kamu mau menunggu sampai waktu yg tepat itu tiba. Jadi silakan pergi tapi untuk kembali. Ya, silakan pergi sampai waktu yg tepat menurut Allah itu tiba lalu silakan kembali lagi. Itupun kalau kamu mau. Aku harap begitu. 

Tolong tunggu aku, dan akupun juga akan menunggu mu. Tolong jaga hati mu untuk ku, dan akupun juga akan menjaga hati ku untuk mu. Selalu.

Ingat, Allah adalah sebaik-baik perencana. Percayalah, skenario Allah pasti jauh lebih baik. 

Just because it isn't happening right now, it doesn't mean it never will. 

 

Dari: Aku 
Untuk: Kamu 
Pesan: Silakan pergi untuk kembali.
 

 

-CTK-

Comments

comments