Kenalkan, Dia Lampu Warna-Warni.

CAM06657

“COLOURED LIGHTS”

Lampu Warna-Warni

Kali ini saya akan mengenalkan kalian pada satu buku yang berjudul “Coloured Lights” a.k.a Lampu Warna-Warni karya Leila Aboulela. Buku ini merupakan novel terjemahan yang berisi kumpulan cerita pendek yang bercerita tentang kisah indah nan menyentuh.

Lampu Warna-Warni (Coloured Lights) mengisahkan kecelakaan tragis pada sebuah pernikahan di Khartoum; cerita lainnya tentang kisah romantic yang berkembang di sebuah kedai kebab di Skotlandia. Kisah-kisah dalam buku ini mencerminkan pengalaman para imigran Muslim di Inggris; pertentangan budaya dan perjuangan spiritual.

CAM06663

Aku menulis tentang sesuatu yang mengusik dan menggugahku, tanpa mengalami perasaan-perasaan itu, aku tidak bias menulis. Aku terinspirasi oleh bagaimana orang-orang dari budaya dan keyakinan yang berbeda saling tertarik namun pada waktu yang bersamaan juga saling mencurigai. Tokoh-tokoh dalam buku ini kadang diceritakan penuh kedukaan, kadang lucu saat menemukan hal-hal baru dalam hidup mereka. Aku berusaha menggambarkan dan menuliskan perasaan-perasaan tak terduga yang muncul dalam suatu keadaan.

– Leila Aboulela

Leila Aboulela lahir pada 1964, dibesarkan di Khartoum, dan pindah ke Inggris pada usia dua puluhan untuk belajar di London School of Economics. Novel pertamanya, “The Translator” a.k.a Sang Penerjemah, masuk nominasi Orange Prize, IMPAC Dublin Award, dan Saltire Prize. Dan novel Lampu Warna-Warni ini memenangkan penghargaan Caine Prize pada tahun 2000.

Leila Aboulela pakarnya dalam memunculkan sesuatu yang sederhana menjadi istimewa, mampu merangkai cerita yang kelihatannya kecil tapi meneriakkan keinginannya untuk didengar. Ia menunjukkan ragam kemungkinan dalam menjalani hidup di Dunia Barat dengan latar belakang pengetahuan dan cara berpikir nonbarat yang berbeda. Semua tokoh Muslim dalam tulisan-tulisannya menemukan petunjuk melalui agama, membuat mereka lebih kuat melewati perasaan-perasaan terpinggirkan. Kisah-kisah tentang masa peralihan, tentang beragam persinggungan antara Islam dan Dunia Barat. Semua tokoh Muslim dalam Lampu Warna-Warni –imgran baru, beberapa orang Inggris dan terlahir dari orangtua Muslim, yang lainnya pindah keyakinan- menemukan perasaan-perasaan terpinggirkan. Seperti penulis dari Amerika Serikat, Toni Morrison, menggunakan aksi penuh melodramatic dikemas dalam gaya yang menggaungkan maknanya, Lelila Aboulela menggali lebih dalam masalah-masalah ras, strata social, dan gender sambil terus menyentuh sisi pikiran yang tak tersentuh pembacanya… memuaskan kita dengan nada bicara personal yang diadaptasinya saat berbaur dalam komunitas, menunjukkan pada kita bahwa banyak ruang untuk wanita Arab Muslim yang tidak dan sama sekali bukan tiruan feminism Dunia Barat. Situasi sehari-hari yang diangkat oleh mata Leila Aboulela dengan detail dan sedikit jenaka, pengertian mendalamnya tentang kecurigaan antar budaya. Yang juga mengejutkan adalah kemampuan beradaptasinya: beberapa kisah dituturkan dengan ironisme yang kuat, sementara kisah lainnya terkesan subjektif. Orisinal dan menggugah, tulisannya membedakannya dengan novel-novel menjemukan yang hanya berkutat pada masa lalu. Leila Aboulela merupakan pionir para penulis Arab kontemporer yang berani mengeksplorasi persinggungan antara Muslim Arab dan Inggris.

Sungguh menarik, bukan? Bagi Anda yang penasaran, silakan membaca novel terjemahan istimewa ini dan rasakan euphoria batin yang mendalam. Check it out!

Selamat membaca!

Salam #CHEMISTRY c:

Comments

comments